Pengumpan:
Tulisan
Komentar

ini bukan sebuah bentuk penghiburan, pujian ataupun penghargaan untuk kalian wahai Punkers yang merasa dirinya sebagai pemberontak. Ini tentang kebencian saya terhadap tingkah laku dan aksesoris yang kalian memiliki. Kalian merasa benar bahwa kalian adalah pemberontak yang ingin keluar dari jalur mainstream, keluar dari lingkaran dunia populer yang sekarang ini telah menjadi virus keseragaman mematikan. Tapi, tahukah kalian, bahwa seratus orang punk tak akan merubah apapun jika pikiran kalian tidak berubah. Bahwa hidup ini penuh perjuangan, itu memang kalian mengerti. Tapi untuk apa? untuk siapa? dan kenapa? kemana arah kaki kalian melangkah. Apakah kalian hanya sekelompok orang-orang yang melarikan diri dari kenyataan. kami menyebutnya sebagai ‘quitter’. sebagai alasan dari ketidaksenangan kalian pada kelompok mainstream. namun nyatanya kalian pun telah menjadi mainstream.
Adakah kalian, wahai para punkers jalan keluar dari masalah yang ada. Indonesia adalah negara kalian, bukan Inggris. Lalu untuk apa kalian memasang bendera inggris di jaketjaket yang kalian kenakan. malukah kalian terhadap indonesia.
ini bukanlah doktrin yang mengharuskan kalian cinta mati terhadap indonesia. tapi berubahlah dan ubahlah indonesia ke dalam idea-idea yang kalian memiliki. Tentang indonesia raya.
Mulai sekarang! wahai kalian yang menamakan dirinya Punk. Gantilah bendera inggris yang kalian miliki dengan bendera indonesia. Mari berubah dan mengubah indonesia.

salam

Senja itu Merah

Haruskah kita menjual tangis rakyat jelata hanya untuk sebongkah ketenaran. Menjual kemiskinan lewat iklah-iklan.
Senja itu merah. awal dari kebangkitan. Darah yang terus mengucur. yang tak memberi kita mata untuk melihat kebenaran, hati untuk merasakan ketidakadilan dan kepala untuk berpikir “sudah saatnya untuk merubah dan berubah”
Senja itu merah, revolusi haruskah berdarah. Wahai untuk jiwa muda yang tak mau berkutat dengan lagulagu jaman. Bersiaplah segera, jangan angkat senjata!. Tapi mari bertindak, berpikir dan berkata.
Senja itu masih merah, semerah darah dari pejalan kaki yang terluka. tergores karena kerikil tajam dan tak menghiraukan sakit yang mendeera. ini adalah bentuk pengorbanan. menjadikan kita kuat. menjadikan kita bertahan

Awal Kata

Ini.. Aku menjadi awal kata. Menjelma dari lorong-lorong pikiran tak bertuan. Siap memangsa. Siap memburu.
Kamu.. Yang makhluk bernyawa. Tak beradab berabad-abad lalu.

Lewat goresan. Tawa renyah. Kebimbangan. Teriakan. Dan iramanada tak beraturan. Memohon harapan walau hanya percaya yang tersisa. Tapi lebih baik daripada diam dan tak berarti.

Salam Awal

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.